Bermanfaatkah ayat

Bermanfaatkah Ayat dan Hadits Bagiku?

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Akan bisa
mengambil pelajaran itu orang yang merasa takut -
kepada Allah-.”
(QS. al-A’la:10)

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan beramal sholih itu
maka Rabb mereka akan memberikan petunjuk
kepada mereka dengan sebab keimanan mereka.”(QS.
Yunus: 9)

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh telah
datang dari Alloh kepada kalian cahaya dan kitab yang
jelas, dengan sebab itulah Alloh memberikan petunjuk
kepada orang-orang yang mengikuti keridloan-Nya
demi
meniti jalan-jalan keselamatan, Alloh mengentaskan
mereka dari kegelapan- kegelapan menuju cahaya
dengan izin-
Nya, dan Allah tunjuki mereka menuju jalan yang
lurus.”
(QS. al-Ma’idah: 15-16)

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah akan
menambahkan petunjuk kepada orang-orang yang
menjalankan petunjuk itu.” (QS. Maryam: 76)

Alloh ta’ala berfirman (yang
artinya), “Sesungguhnya hal itu menjadi bukti yang
jelas bagi orang yang merasa
takut kepada azab akhirat.” (QS. Hud: 103)

Alloh ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya
hal itu menjadi bukti yang jelas bagi setiap orang yang
penyabar dan pandai bersyukur.”
(QS. asy-Syura: 33)

Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata:
“Sesungguhnya sabar dan syukur menjadi sebab
seorang hamba untuk bisa memetik pelajaran dari
ayat-ayat yang disampaikan. Hal itu dikarenakan
sabar dan syukur merupakan pondasi keimanan.
Separuh iman itu adalah sabar, separuhnya lagi
adalah syukur. Kekuatan iman seorang hamba sangat
bergantung pada sabar dan
syukur yang tertanam di dalam dirinya.

Sementara,
ayat-ayat Alloh hanya akan
bermanfaat bagi orang-orang yang beriman kepada
Alloh dan meyakini ayat-ayat-Nya. Imannya itu pun
tidak akan
sempurna tanpa sabar dan syukur. Pokok syukur itu
adalah tauhid. Adapun pokok kesabaran adalah
meninggalkan bujukan
hawa nafsu. Apabila seseorang mempersekutukan
Alloh dan lebih memperturutkan hawa nafsunya, itu
artinya dia belum menjadi hamba yang penyabar dan
pandai bersyukur. Oleh sebab itulah ayat- ayat yang
ada menjadi tidak bermanfaat baginya dan tidak akan
menumbuhkan keimanan pada dirinya
sama sekali.
(lihat adh-Dhau’ al-Munir ‘ala
at-Tafsir 1/145)

Sahabatku, mungkin sudah ratusan ayat dan hadits
yang pernah kita dengar… Akan tetapi seringkali
seolah ayat dan hadits itu tidak menyisakan bekas
apa-apa di dalam hati dan perilaku kita.

Ada apa sesungguhnya? Apakah ayat dan hadits itu
yang keliru sehingga tidak
mempengaruhi diri kita? Tentu saja tidak… Sebab
ternyata hal itu justru terjadi karena kesalahan diri kita
sendiri. Mungkin selama ini kita tidak ikhlas, tidak
tulus dalam mengabdi kepada- Nya, dan lebih
mengutamakan keinginan hawa nafsu dan perasaan
kita di atas ketetapan dan ketaatan kepada-Nya.

Sehingga tidaklah mengherankan jika peringatan,
ancaman, anjuran ataupun kisah- kisah yang
dibawakan di dalam ayat ataupun hadits itu tidak
memberikan bekas sama sekali ke dalam jiwa. Ya,
banyak ajaran tauhid yang belum kita amalkan.

Banyak rambu kesabaran yang kita abaikan. Marilah
kita memohon kepada Alloh untuk menganugerahkan
kepada kita kesabaran dan syukur kepada- Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk
memberikannya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>